Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Layanan Pengaduan


Layanan Informasi


Form Pengaduan

Pengaduan


Menu Utama
  • Depan
  • Arsip Berita
  • Downloads
  • Feedback
  • Gallery
  • Kirim Berita
  • Kontak
  • Search
  • Topics
  • Web Links

  • Pencarian



    Hit
    Kami sudah menampilkan
    4592147
    halaman sejak Maret 2013

    Penahanan Biit kelapa Sawit
    Dikirim oleh budi - pada Kamis, 10 April 2014

     

    Palu, 05 April 2014 dilakukan pemeriksaan terhadap pemasukan benih kelapa sawit dari Sumatera Utara (Medan) milik PT. Perkebunan Nusantara IV yang berjumlah 12 peti bertempat di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu.  Benih tersebut masuk melalui kargo bandara Mutiara Sis Al Jufri.  Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Karantina Tumbuhan yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Palu dan disaksikan oleh pejabat dari Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Tengah terdapat beberapa permasalahan terhadap dokumen administrasi yang menyertai benih kelapa sawit tersebut.

                       Sesuai surat edaran Kepala Pusat Karantina Tumbuhan sebagai bentuk koordinasi dengan Dirjen Perkebunan maka pemeriksaan administrasi dilakukan selain pada dokumen karantina juga dilakukan pemeriksaan pada dokumen lainnya seperti Surat Persetujuan Penyaluran Benih Kelapa Sawit (SP2BKS), Surat Keterangan Pemeriksaan Ulang (SKPU), Sertifikat Benih, Berita Acara Serah Terima Barang (DO), dan lain-lain.  Pada kasus ini benih kelapa sawit yang berasal dari PPKS Medan tersebut disertai dokumen persyaratan namun SP2BKS yang dibawa tidak tepat karena seharusnya diterbitkan oleh Dirjen Perkebunan atau Intansi Perkebunan tempat penanaman (Sulawesi Tengah).  Selain itu jumlah yang tertera pada sertifikat kesehatan tumbuhan antar area dari daerah asal yaitu 60.000 butir, namun pada dokumen lainnya tertera 61.500 butir.  Karena beberapa dokumen persyaratan menjadi tanggung jawab pihak Disbunmaka penyelesaiannya dikoordinasikan dengan pihak Disbun Provinsi Sulawesi Tengah.
                       Setelah proses persyaratan diselesaikan oleh pihak Disbun dengan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait maka benih tersebut diserahkan kembali kepada BKP Palu untuk dilakukan tindakan karantina lebih lanjut.  Terhadap benih tersebut akhirnya dilakukan tindakan pembebasan dengan mengacu surat pernyataan dari pemilik yang telah dikoordinasikan dengan pihak Disbun untuk memperbaiki dokumen tambahan yang kurang tepat untuk bisa melakukan pengiriman benih kelapa sawit kembali.



    KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013