Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Layanan Pengaduan


Layanan Informasi


Form Pengaduan

Pengaduan


Menu Utama
  • Depan
  • Arsip Berita
  • Downloads
  • Feedback
  • Gallery
  • Kirim Berita
  • Kontak
  • Search
  • Topics
  • Web Links

  • Pencarian



    Hit
    Kami sudah menampilkan
    4603111
    halaman sejak Maret 2013

    TEAM AQAF PALU
    Dikirim oleh wirawan - pada Senin, 17 Maret 2014

    TEAM AQAF PALU

    (Agriculture Quarantine Adventure Fortune)

    Oleh : Junaidi.

     

    Perjalan ke Cek point di daerah perbatasan Sulawesi Tengah dengan Gorontalo tepatnya di Desa Umu dirasakan sangat memuaskan, Bagaimana tidak??? Team yang berangkat dikoordinir langsung oleh Kepala BKP Kls II Palu (Ir. Junaidi, MM) yang akhirnya tiba juga di lokasi perbatasan Molangato Desa Umu setelah melalui perjalan jauh, melelahkan dan kondisi jalan dan medan yang berat untuk sampai di daerah perbatasan itu sangat luar biasa.

    Perjalanan mualai dari Kota Palu pada hari Selasa, 11 Maret 2014 jam 10.00 Wita melalui Kabupaten Toli-toli dengan waktu tempu lebih dari 10 jam dengan jarak ± 400 km selanjutnya beristirahat dan bermalam di Toli-toli karena kondisi yang melehkan dan juga sudah larut malam.  Team pada awalnya kesulitan mencari penginapan dikarenakan hampir semua penginapan telah di booking., karena bertepatan dengan acara pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang diikuti 13 Kabupaten  dan Kota se Sulawesi Tengah., Alhamdulillah akhirnya setalah ± 2 jam akhirnya menemukan tempat penginapan.



    Keesokan harinya Rabu 13 Maret 2014 melanjutkan perjalanan menuju Desa Umu. Kabupaten Buol, kondisi jalanan cukup baik dengan pegunungan yang terjal dan curam.  baru mulai terasa setelah memasuki jalan pelabuhan lokodidi yang tidak beraspal, Pelabuhan Lokodidi adalah salah satu pelabuhan di Kabupaten Buol, sayang asset pemerintah ini tidak difungsikan, dilihat dari peraturan karantina, pelabuhan ini tidak termasuk atau bukan sebagai tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa hphk dan optk(Permentan Nomor : 94 tahun 2011).

    Pelabuhan Lokodidi Buol

    Jalan yang berliku, curam dan sebagian tidak beraspal kembali dirasakan mulai memasuki Desa Bodi sampai Desa Paleleh, dengan wilayah yang sangat luas sehingga  dirasakan dalam perjalan menuju Desa Umu tak kunjung ditemui alis tidak samapai-sampai, modal semangatlah yang pantang menyerah akkhirnya tiba juga ditujuan, capek, lelah, lapar karena belum makan tidak ada warung makan yang dijumpai, seketika sirnah terbalaskan dengan rasa puas yang akhirnya bertemu dengan para petugas pos jaga di Ceck Point Portal Molangato - Desa Umu perbatasan Propinsi Sulawesi Tengah dengan Propinsi Gorontalo.

    Cek Point Molangato Desa Umu Kabupaten Buol Provinsi Sulteng

    Perjalan darat sekitar ± 750 km dari Kota Palu memunculkan tantangan tersendiri, sepanjang perjalanan pemandangan pengunungan mulai dari Donggala, Toli-toli samapai di Buol terlihat tanaman Cengkeh yang merupakan komoditi unggulan masyarakat setempat, sedang di daerah perbatasan Mulangato – Desa Umu dan Lolito Kabupaten Buol yang terlihat sejauh mata memandang pengunungan yang ditumbuhi atau ditanami Komoditi Jagung.

    Komoditi Unggulan Daerah Perbatasan Mulangato Desa Umu berupa Jagung dengan Luas Lahan Kurang Lebih 700 Ha dengan pemandangan berupa Gunung Jagung

    Pos Pengawasan Terpadu di jaga secara bergantian atau sip oleh Dinas Pendapatan Derah, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, setiap lalu lintas kendaraan yang mengangkut barang wajib berhenti dan di Cek oleh Petugas Jaga dan dilakukan pencatatan dan pembayaran retribusi dari dan ke Sulawesi Tengan (sesuai Perda Sulteng Nomor: 03 tahun 2012 Ttg Retribusi Jasa Usaha).

    Di daerah perbatasan punya potensi Hasil Jagung yang luar biasa informasi dari Kepala Dusun Mulangato Bapak Rohana menceritakan bahwa Luas lahan jagung yang dikelolah masyarakat di Desa Umu dan Lolito  sekitar 700 Ha, dengan 3 kali musim tanam jagung dalam setahun apabila kita hitung dan estimasi secara kasar dapat dijelaskan produksi 1 Ha dapat menghasilkan panen 10 ton jagung, jika harganya Rp. 2500/Kg maka hasil sekitar Rp. 52.500.000.000,- per tahun,  dapat dibayangkan betapa besar nilai ekonomi yang dihasilkan masyarakat di daerah perbatasan namun sayang hasil Jagung tersebut justru di jual ke Wilayah Propinsi Gorontalo, inilah yang mungkin perlu mendapat perhatioan dari Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah.

    Petugas pos pengawas sdr Djaprie menayakan pada kami bagaimana dengan Tugas Karantina ? oh ia kami jelaskan bahawa Tugas Karantina itu hanya adanya di pintu pemasukan dan pengeluaran yaitu : Pelabuhan Laut, Bandar Udara, Pelabuhan Penyebrangan atau Perbatasan Antar Negara seperti di Entikong-Kalbar atau di Skow-Jayapura Papua. Sedang di Cek Point itu tidak ada Petugas Karantina ! inilah yang menjadi titik rawan jalu lalulintas darat, masuk dan tersebarnya hama-penyakit berbahaya (OPTK dan HPHK) oleh sebab itu diperlukan sinergi dan kerjasama dengan instansi terkait paling tidak ada data lalulintas komoditas diperbatasan untuk Karantina Pertanian sehingga apabila terjadi wabah atau autbreack hama-penyakit berbahaya, kita dapat mengambil langkah dan strategi pengendaliannya bersama dengan instansi terkait di daerah, inilah bentuk sosialisasi karantina Public Awarnes agar masyarakt di daerah perbatasan juga tau dan paham tentang karantina pertanian.

    Selanjutnya kamipun menyebrang memasuki wilayah Desa Tolite Jaya Kecamatan Tolinggula, Gorontalo Utara-Propinsi Gorontalo untuk sekedar melihat dan bahkan bertemu dengan aparat Desa Tolite Jaya.

    Aparat Desa Tolite Jaya Kecamatan Tolinggula Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo

    Demikianlah perjalan Team AQAF selama 3 (tiga) hari ke daerah perbatasan Propinsi Sulawesi Tengah dengan Propinsi Gorontalo, samapai jumpa lagi pada moment berikutnya, terima kasih.




    KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013