Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Layanan Pengaduan


Layanan Informasi


Form Pengaduan

Pengaduan


Menu Utama
  • Depan
  • Arsip Berita
  • Downloads
  • Feedback
  • Gallery
  • Kirim Berita
  • Kontak
  • Search
  • Topics
  • Web Links

  • Pencarian



    Hit
    Kami sudah menampilkan
    4574950
    halaman sejak Maret 2013

    BKP PALU MUSNAHKAN 64 EKOR AYAM BANGKOK ILEGAL DAN JAMUR IMPOR
    Dikirim oleh budi - pada Senin, 30 Desember 2013

     

     

    Palu- Balai Karantina Pertanian Palu (BKP Palu) lagi-lagi melaksanakan pemusnahan media pembawa wajib periksa karantina, selasa 24 desember 2013. Media pembawa berupa 64 ekor ayam bangkok yang dimusnahkan adalah media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) yang dilalulintaskan dari Balikpapan ke Palu Melalui Pelabuhan penyeberangan Taipa menggunakan KMP Madani sedangkan jamur impor yang dimusnahkan merupakan media pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dilaliulintaskan dari hongkong ke palu melalui Kantor pos Palu. Jamur tersebut merupakan media pembawa OPTK yang tidak memenuhi persyaratan karantina. Sehingga dilakukan pemusnahan. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar sempurna. Ayam bangkok yang dimusnahkan tersebut di tahan oleh petugas Karantina di KMP Madani yang sandar di pelabuhan Taipa pada hari Jumat malam 20 desember 2013. Penahanan dilakukan karena pemilik barang tidak bisa menunjukkan kelengkapan persyaratan karantina yang diwajibkan terhadap setiap media pembawa HPHK. Tiga hari setelah penahanan pemilik tidak bisa memenuhi persyaratan yang diwajibkan maka dilakukan penolakan. Setelah 24 jam keluar surat penolakan barang tersebut tidak dikembalikan maka pada selasa 24/12 kemarin dilakukan pemusnahan. Selain hal tersebut, Menurut Drh Suci Rahmawati, salah seorang medik veteriner di BKP Palu yang menangani tindakan pemusnahan tersebut selama dalam masa penahanan tersebut tiga ekor ayam mati dan menunjukkan gejala klinis seperti flu burung sehingga pemusnahan harus disegerakan untuk mengeliminasi penyakit. Cara pemusnahan yang paling sesuai dan efektif adalah dengan cara menyembelih sampai mati selanjutnya dibakar sempurna dan abunya dikubur, imbuhnya. Cara tersebut  sesuai dengan petunjuk teknis pemusnahan media pembawa High Patogenic Avian Influenza. Drh Suci rahmawati menambahkan bahwa dalam hal pemusnahan juga harus mengedepankan aspek aspek kesejahteraan hewan. Koordinator fungsional medik dan paramedik di BKP Palu, drh Wirawan budi utomo juga menjelaskan bahwa tindakan tindakan yang dilakukan oleh petugas karantina di lapangan sudah sangat sesuai dengan prosedur dan peraturan perudang undangan yang berlaku.



    Kepala BKP Palu, Ir Junaidi, MM. menegaskan bahwa kegiatan pemusnahan ini adalah merupakan salah satu cara untuk menjaga sulawesi tengah terhadap penyebaran penyakit Avian Influenza khususnya dan penyakit Hewan dan tumbuhan pada umumnya. Petugas karantina tidak bekerja secara duniawi saja tetapi bekerja dunia akhirat, ujarnya. Maksudnya adalah petugas karantina bertanggung jawab dunia akhirat terhadap semua tindakan yang di laksanakan apabila terjadi penyebaran penyakit yang menyebar di sulawesi tengah yang dilalulintas melalui tempat tempat yang ditetapkan sebagai pintu masuk dan keluarnya HPHK dan OPTK di sulawesi tengah.  Ir Junaidi, MM. mengapresiasi koordinasi dari petugas petugas karantina di lapangan yang telah berkoordinasi dengan instansi terkait yang berada di pelabuhan. “ Kerja sama yang seperti ini perlu dipupuk dan dipelihara agar tercipta ketertiban dan keteratauran di pelabuhan” imbuhnya. Tindakan pemusnahan ini dimaksudkan agar setiap masyarakat mengerti dan paham akan tugas karantina dan mendukung tugas tugas karantina untuk terciptanya kelestarian hayati hewani dan nabati dan melindungi sulawesi tengah dari ancaman penyebaran penyakit hewan dan tumbuhan.




    KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013