Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Layanan Pengaduan


Layanan Informasi


Form Pengaduan

Pengaduan


Menu Utama
  • Depan
  • Arsip Berita
  • Downloads
  • Feedback
  • Gallery
  • Kirim Berita
  • Kontak
  • Search
  • Topics
  • Web Links

  • Pencarian



    Hit
    Kami sudah menampilkan
    4574939
    halaman sejak Maret 2013

    BARANTAN TINGKATKAN VALIDITAS DATA DAN SECURITY DATA
    Dikirim oleh budi - pada Jumat, 22 November 2013

     

    Palu (22/11). Berita terkait kasus penyadapan data dan informasi oleh Australia terhadap Presiden RI serta sejumlah Pejabat penting di Negeri kita, tengah menghiasi headline meadia cetak dan elektronik sejak sepekan ini.  Dan karenanya, kita menjadi semakin tersadar betapa pentingnya suatu sistem keamanan informasi teknologi (information technology security)

    Berbicara keamanan data dan informasi, sesungguhnya pengembangan dan penerapan sistem Informasi Teknologi (IT) Badan Karantina Pertanian yang dilaksanakan saat ini tidak hanya berfokus pada  efesiensi palayanan dan efektivitas pengawawan bagi para pengguna maupun stakeholder Barantan, melainkan juga pada aspek security dan validitas data.  Kepala Bidang Informasi Perkarantinaan –Wawan Sutian- menjelaskan, upaya untuk meningkatkan validitas data dan security data sangat penting dan mendesak dibutuhkan untuk saat ini dan dimasa mendatang mengingat data operasional yang ada pada karantina untuk komoditas pertanian, baik ekspor impor maupun antar area telah menjadi salah satu acuan data dan bahan informasi penting, tidak hanya bagi Kementerian Pertanian tetapi juga bagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan bahkan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi.

    “Sebagai refleksi upaya Barantan untuk meningkatkan validitas dan security data operasional lalulintas komoditas pertanian, maka pada medio Mei 2013 yang lalu Kepala Badan Kantina Pertanian telah mengeluarkan Surat Keputusan No. 1646/Kpts/HM.110/L/05/2013, tentang Pedoman Manajemen Pengguna Sistem Informasi Badan Karantina Pertanian”, ujar Wawan dalam acara Bimbingan Teknis IT Barantan untuk Wilayah Sulawesi dan Maluku yang diselenggarakan di Kota Palu Suwawesi Tengah (22/11). Menurut  Kabid Informasi Perkarantinaan, dengan adanya manajeman pengguna (user management), maka hak akses seorang user terhadap aplikasi inhouse system IT Barantan –yakni e-PleQ dan e-QVet-  diatur sesuai dengan tingkat kewenangannya.   Artinya Sistem user management ini berfungsi untuk menyimpan, mengatur dan mendefinisikan sistem database beserta aplikasinya dan  memungkinkan melakukan pemberian atau pencabutan terhadap kewenangan seorang user, agar validitas dan security data kita dpat dipertanggungjawabkan.

    Wawan menegaskan, Tim IT Barantan berkomitmen perbaikan internal senantiasa dilakukan, khususnya pada penyempurnaan in house system Barantan yang selama ini dimiliki, sejalan dengan perubahan dinamika dan lingkungan strategis yang ada.  Penyelenggaraan kegiatan Bimtek selama tiga hari ini terutama untuk penataan kembali penggunaan user manajemen pada in house system Barantan seiring dengan terbitnya Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian No. 1646 tahun 2013 tentang Pedoman Manajemen Pengguna Sistem Informasi Badan Karantina Pertanian yang dirilis pada akhir Mei 2013 lalu,  dan mereview kembali penerapan dan penggunaan aplikasi system E-PlaQ dan E-Qvet dalam rangka penguatan pada aspek kegiatan operasional.

    Hal senada dikemukakan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 2 Palu Junaidi. Menurutnya, langkah kami untuk menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) IT Barantan ini sebagai refleksi untuk meningkatkan validitas dan security data melalui penguatan kualitas pemahaman SDM  di dalam manajemen user untuk systen e-PlaQ dan e-QVet  di tingkat UPT KP.  Junaidi juga mengatakan Bimtek Lingkup Sulasesi dan Maluku ini diharapkan menjadi forum pertemuan yang bisa membahas hal-hal baru yang perlu diapresisi oleh pengguna system aplikasi dan sebagai sarana evaluasi terhadap pelaksanaan TI sebelumnya . “Bimtek ini guna menerima penjelasan terkait perkembangan (update) aplikasi e-QVet dan e-Plaq, serta evaluasi penggunaan TI Barantan oleh seluruh peserta kegiatan”, ujar Junaidi. Untuk itu, Kepala BKP Palu mengharapkan  kepada seluruh peserta bimtek yang hadir berjumlah 25 personel ini, agar dapat memaksimalkan substansi dan seluruh pokok bahasan dalam kegiatan ini sehingga bisa mengajarkan kepada teman di masing-masing UPTnya. Pada akhir kegiatan, Kepala BKP Kelas II Palu menyerahkan Sertifikat kepada seluruh peserta sebagai tanda keikutsertaan telah mengikuti Bimbingan Teknis IT Barantan 2013. (Tim IT Barantan dan BKP Kl. II Palu).

     



    KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013