Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Layanan Pengaduan


Layanan Informasi


Form Pengaduan

Pengaduan


Menu Utama
  • Depan
  • Arsip Berita
  • Downloads
  • Feedback
  • Gallery
  • Kirim Berita
  • Kontak
  • Search
  • Topics
  • Web Links

  • Pencarian



    Hit
    Kami sudah menampilkan
    4603085
    halaman sejak Maret 2013

    Pemusnahan Bibit Tomat di Balai Karantina Pertanian Palu
    Dikirim oleh arief - pada Selasa, 02 Juli 2013

    Palu,Masih ingat beberapa waktu lalu BKP tahan jutaan benih tomat (Radar Sulteng,Senin 20 Mei 2013) yang diproduksi dan didistribusikan oleh PT. East West Seed - Cap Panah Merah, hari ini Senin 1 Juli 2013 akan dimusnahkan dengan cara membakar di Incenerator Kantor Balai Karantina Pertanian Jln. Garuda, benih tomat sebanyak 1.050.000 butir (500 sachet) atau setara jika kita tanam pada luas area sekitar 26,25 Ha. Pemusnahan terhadap benih tersebut merupakan bukti keseriusan dan pembuktian tugas dari Aparat Balai Karantina Pertanian Palu-Sulawesi Tengah, setelah melalui prosedur dan tindakan karantina, berupa pemeriksaan kesehatan benih dengan metode serologi uji elisa di laboratorium, hasilnya benih positif terinfeksi penyakit / bakteri “Clavibacter michiganensis sub sp. michiganensis” sesuai permentan  Nomor 93 Tahun 2011, penyakit/bakteri ini merupakan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) A2 Gol I, artinya penyakit tersebut sudah ada di daerah lain di Indonesia tapi masih terbatas penyebarannya serta tidak dapat dibebaskan dari media pembawa dengan cara perlakuan. Di Indonesia daerah sebarannya hanya ada di Pulau Sumatera dan Jawa. 



    Bakteri “Clavibacter michiganensis sub sp. michiganensis adalah bakteri penyebab Penyakit Layu dan Penyakit Kanker pada tanaman tomat. Penyakit ini menyebabkan gejala layu pada daun dan kanker pada batang tanaman, patogen dapat bertahan dalam tanah pada sisa - sisa tanaman serta dapat bertahan hidup dalam benih. Penularan dapat terjadi melalui tanaman, hydathodes, dan terikut pada benih yang menjadi media penyebaran secara luas karena dapat hidup dalam waktu lama dan bisa terbawa kemana-mana dalam proses distribusinya. Penyebab penyakit / pathogen ini untuk berkembang pada suhu 23 - 380c dengan kelembaban 80%, Selain menyerang pada tanaman tomat, dapat juga menyerang tanaman cabai, paprika dan terung, kerusakan akibat serangan penyakit ini  dapat menyebabkan tanaman mati atau dapat menurunkan produksi panen pada tanaman hingga 70%.

    Penurunan/kehilangan hasil panen akibat penyakit ini sangat merugikan petani hortikultura di Sulawesi Tengah, data BPS dan Ditjen Hortikultura untuk Sulteng tahun 2012; luas panen tanaman Tomat 1.778 Ha, tanaman Cabe 684 Ha. dan tanaman Cabe Rawit 1.955 Ha. Potensi hortikultura ini harus bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan, namun adanya ancaman dan resiko serangan Penyakit Layu bakteri dan Kanker ini dapat mengancam produksi Tomat, Cabe dan Cabe Rawit, yang selama ini sudah mensuplay memenuhi kebutuhan daerah lain Kalimantan Timur. Dengan adanya pembuktian tugas karantina menjadi sangat penting dalam upaya cegah tangkal hama-penyakit dari luar ke wilayah Sulteng serta sangat perlu mendapat perhatian dari semua pihak terkait dalam menjaga potensi produksi komoditi pertanian di Sulawesi Tengah.  
    Ditemukannya bakteri pathogen pada benih kemasan milik PT. East West Seed - Cap Panah Merah, membuktikan bahwa benih/bibit yang telah dikemas belum tentu bebas dari hama penyakit berbahaya oleh sebab itu penyuluh pertanian dan instansi terkait perlu mengawasi peredaran benih-benih yang beredar di wilayah Sulawesi Tengah ataupun dapat melakukan monitoring lapangan dan pengujian secara berkala terhadap kemungkinan telah lolosnya hama dan penyakit melalui introduksi benih-benih dari luar.(Wrw)



    KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013