Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Layanan Pengaduan


Layanan Informasi


Form Pengaduan

Pengaduan


Menu Utama
  • Depan
  • Arsip Berita
  • Downloads
  • Feedback
  • Gallery
  • Kirim Berita
  • Kontak
  • Search
  • Topics
  • Web Links

  • Pencarian



    Hit
    Kami sudah menampilkan
    4563756
    halaman sejak Maret 2013

    KARANTINA PERTANIAN PALU JADI PEMBICARA DI SULTENG
    Dikirim oleh budi - pada Rabu, 21 Oktober 2015

     

     

    Palu., Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu kembali dipercayakan sebaga narasumber pada acara Lokakarya Pengawasan Keamanan Pangan yang diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah di Sutan Raja Hotel Palu (21/10).  Kegiatan yang mengambil tema “pengawasan keamanan pangan di wilayah provinsi Sulawesi Tengah” tersebut juga dihadiri oleh Instansi Badan Pengawas Obat dan Makanan Drs. Abdu Razak, SP., M.Si, Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng AKBP Drs. John Inu, dan Akademisi Dr. Rostiati Dg. Rahmatu, M.Si sebagai narasumber



    Acara yang dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Abdullah Kawulusan, M.Si tersebut mengungkapkan permasalahan pangan merupakan masalah fundamental, masalah mendasar karena menyangkut masalah konsumtif., Anggota jejaring pangan, keterpaduan dan sinergitas yang telah berjalan baik terus perlu ditingkatkan karena terkait dalam pencapaian tujuan dalam penanganan keamanan pangan yang saat ini menjadi issu penting di era perdaganga bebas (MEA). Drh. Made Sutawan mewakili kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu juga menyampaikan Lahirnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) didorong untuk meningkatnya kemajuan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asean. Konsekuensi dari terbentuknya pasar tunggal ASEAN adalah semakin bebasnya arus barang di wilayah asean. Peningkatan potensi lalulintas barang termasuk peningkatan hewan,tumbuhan dan produknya (pangan), terlebih ditunjang kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi menyebabkan seolah-olah tiada batas antar area dalam wilayah RI maupun batas antar negara. “Makin tingginya resiko terhadap masuk dan menyebarnya hama penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina menjadikan fungsi dan peran karantina menjadi sangat strategis dan penting dalam melindungi, menyelamatkan dan mengamankan sumber daya alam hayati”. Pungkasnya........




    KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013