Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Layanan Pengaduan


Layanan Informasi


Form Pengaduan

Pengaduan


Menu Utama
  • Depan
  • Arsip Berita
  • Downloads
  • Feedback
  • Gallery
  • Kirim Berita
  • Kontak
  • Search
  • Topics
  • Web Links

  • Pencarian



    Hit
    Kami sudah menampilkan
    4592134
    halaman sejak Maret 2013

    LAGI....PEMUSNAHAN DILAKUKAN KARANTINA PERTANIAN PALU
    Dikirim oleh arief - pada Senin, 18 Mei 2015

    Palu, 18 Mei 2015.  Bertempat di halaman kantor Balai Karantina Pertanian Palu, Jl. Garuda No. 16 Palu dimusnahkan Media Pembawa berupa benih Sawit dan Bunga Krisan ilegal.  Pemusnahan ini dilakukan sebagai akibat dari tidak dipenuhinya syarat karantina sebagaimana tertuang dalam UU No. 16 tahun 1992 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan serta peraturan lainnya.  

    Pemusnahan benih kelapa sawit 20.800 kecambah (2 koli) berasal dari Jakarta dan Bunga Krisan 177 batang(1 koli) dari surabaya melalui Bandara Sis Aljufri Palu lewat jasa pengiriman barang (expedisi Suryagita Nusaraya). Pemusnahan dilakukan dengan membakar di Incenerator disaksikan oleh Ismail Achmad perwakilan Bandara Sis Aljufri Palu, Kapospol Bandara Sis Aljufri Palu Moch. Noor. R., PT. SN Cargo Mardianto., Rizal Budjang dan Takera D. Lamaega dari Dinas Perkebunan Propinsi Sulawesi Tengah.

    Tindakan Pemusnahan yang dilakukan, setelah sebelumnya dilakukan penahanan karena ke dua komoditas tersebut tidak berdokumen (tidak disertai surat Kesehatan Tumbuhan Antar Area K.12) dari daerah asal sesuai persyaratan yang diatur dalam UU No. 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan.



    Ka. Balai Karantina Pertanian Palu Ir. Junaidi, MM mengemukakan bahwa Kewaspadaan terhadap peredaran benih palsu dilakukan karena sangat berdampak pada penurunan produktivitas perkebunan sawit di Indonesia.  Jika dilihat secara kasat mata, memang sulit membedakan antara benih sawit palsu dengan bibit sawit asli, sehingga hal inilah yang menjadikan petugas karantina tumbuhan sangat ketat dalam pengawasan dan hari ini kita melaksanakan :

    Pemusnahan    : Benih/kecambah kelapa sawit

    Jumlah               : 2 Koli (=20.800 kecambah)

    Berasal dari      : Jakarta

    Pemilik               : tidak jelas

    Jika harga benih kelapa sawit Rp. 8.000,-/kecambah maka nilai ekonomi Komoditas benih sawit yang dimusnahkan ini ditaksir senilai Rp. 166.400.000,- 

    Benih kelapa sawit berasal dari jakarta tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan yaitu :

    1.Surat Keterangan mutu benih dari BP2MB

    2.Sertifikat produksi dari produsen – sumber benih

    3.SP2B-KS (Surat persetujuan penyaluran benih kelapa sawit)

    4.Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT.12)

    5.Tidak dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina untuk pemeriksaan lebih lanjut.

     

    Kerugian benih kelapa sawit yang tidak memenuhi syarat antara lain:

    1.Rakyat yang jadi korban (terutama perkebunan rakyat), menyengsarakan petani

    2.Anjloknya produktivitas CPO mencapai 50% sampai 70%

    3.Kerugian rata-rata 15 juta per Ha.  Mulai dari tanam hingga siap panen, belum termasuk biaya operasional, investasi dan waktu

    4.Rendahnya kualitas tanaman dan kadar β Carotene dalam CPO dari benih yang tidak memenuhi syarat mutu, sedangkan β Carotene dari benih bersertifikat min : 500 ppm (standar FAO/WHO)

    Sedang bahayanya lagi apabila hama penyakit yang belum ada disulawesi tengah masuk yaitu : Hama Darna breadly, penyakit Pythium myriotylum, Hama tungau Olynycus coffeae, dan hama Dysmicoccus brevipes akan menyebabkan gagalnya revitalisasi perkebunan kelapa sawit dalam upaya pemerintah Indonesia sebagai penghasil dan pengekspor CPO terbesar di dunia, ketersediaan bahan baku untuk pangan, membuka sektor riil lapangan kerja 42,61 juta jiwa pada sektor pertanian/perkebunan dari 97,58 juta jiwa tenaga kerja.  Indonesia saat ini memiliki lebih dari ± 6 juta hektar kebun kelapa sawit dan memproduksi 17,2 juta ton minyak sawit mentah (CPO) setiap tahunnya, sehingga indonesia sebagai produsen utama CPO nomor satu dunia mengalahkan negara malaysia.

     

    Lebih lanjut Ka. Balai mengungkapkan bahwa upaya dalam menekan beredarnya benih yang tidak memenuhi syarat :

    1.Ada peraturan mengenai: Pengawasan peredaran dan mutu benih tanaman perkebunan di Propinsi Sulawesi Tengah (SK. Gubernur Sulteng)

    2.Membentuk tim yang melibatkan instansi terkait dalam upaya penegakan hukum

    3.Melakukan sosialisasi mengenai dampak kerugian penggunaan benih syarat sebagai benih edar oleh instansi teknis

    4.Diperlukan pengawasan ketat terhadap distribusi benih sawit

    5.Mengefektifkan fungsi PPNS Disbun dan Karantina Tumbuhan

    6.Produsen benih agar memberi label/cap pada benih produksinya.

    Sama halnya dengan benih kelapa sawit, terhadap tanaman Bunga krisan setelah dilakukan analisis, komoditas ini dapat menjadi media masuknya OPTK berbahaya tertentu: Hama Liriomyza trifolii, Hama Chetanaphothrips orchidii, penyakit Sclerotinia sclerotiorum, Penyakit Erwinia chrysanthemi, Penyakit Pseudomonas cichorii dan penyakit Tomato spotted wilt tospovirus (TSWV) permentan 93 tahun 2011 yang tidak hanya menyerang tanaman krisan akan tetapi juga menjadi inang menyerang tanaman pangan dan hortikultura seperti kedelai, tomat, bawang.  

    Pemusnahan tanaman Bunga krisan ditaksir senilai Rp. 600.000,- dan yang paling penting adalah bagaimana cegah tangkal terhadap masuknya hama penyakit berbahaya ke Sulawesi Tengah itu dapat dilakukan secara optimal guna melindungi potensi sumber daya hayati yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.




    KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013