Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Layanan Pengaduan


Layanan Informasi


Form Pengaduan

Pengaduan


Menu Utama
  • Depan
  • Arsip Berita
  • Downloads
  • Feedback
  • Gallery
  • Kirim Berita
  • Kontak
  • Search
  • Topics
  • Web Links

  • Pencarian



    Hit
    Kami sudah menampilkan
    4598748
    halaman sejak Maret 2013

    KARANTINA PERTANIAN DALAM SISTEM PERLINDUNGAN TANAMAN
    Dikirim oleh budi - pada Senin, 03 November 2014

     

    Peran Karantina Pertanian yang sangat strategis dalam melindungi negeri dari ancaman masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK di era globalisasi ini membutuhkan kerjasama dari semua pihak termasuk dunia usaha dan pihak akademis. Olehnya, pada hari Sabtu tanggal 1 Nopember 2014 Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Palu menghadiri undangan Universitas Tadulako Palu dalam acara Seminar Perlindungan Tanaman dengan tema “Strategi Pengembangan Sistem Perlindungan Tanaman”. Acara seminar ini dihadiri oleh staf BKP Kelas II Palu, serta Dosen dan Mahasiswa dari Jurusan Agroteknologi Program Studi Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Tadulako.
     


    Pada acara tersebut, Ir. Junaidi, MM. Selaku Kepala BKP Kelas II Palu menyampaikan materi mengenai Peran Karantina Pertanian dalam Sistem Perlindungan Tanaman di Indonesia. Dalam penyampaiannya Beliau menjelaskan bahwa semakin terbukanya kerjasama perdagangan antar negara akan membuka celah yang cukup lebar untuk masuknya OPTK jenis baru ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia, belum lagi tugas dan fungsi karantina pertanian kedepannya akan semakin besar karena selain melakukan pengawasan terhadap masuknya OPTK juga harus melakukan pengawasan terhadap Invasif Alien Spesies (IAS), Agens Hayati, Cemaran pada Pangan Segar Asal Tumbuhan, Produk-produk transgenik dan lain-lain. Oleh karena itu, selain sarana dan prasarana yang memadai juga sangat dibutuhkan metode dan sumberdaya manusia yang handal agar tindakan karantina yang dilakukan lebih efektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah yang mana hal tersebut dapat terlaksana dengan baik apabila dilakukan bersama-sama dengan civitas akademik.
    Ketua Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Ir. H. Burhanuddin Nasir, MP. Menyambut baik dan mengharapkan kedepan kerjasama antara perguruan tinggi dan karantina pertanian dapat lebih ditingkatkan. Pihaknya juga akan mengusahakan agar materi karantina bisa masuk ke dalam kurikulum pengajaran serta meningkatkan status Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan agar dapat menghasilkan alumni sesuai kebutuhan lingkungan. Melalui seminar perlindungan tanaman ini diharapkan nantinya akan membuka cakrawala pemikiran semua pihak dalam menghadapi tantangan perlindungan tanaman di masa yang akan datang


    Catatan:

     




    KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013