Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Layanan Pengaduan


Layanan Informasi


Form Pengaduan

Pengaduan


Menu Utama
  • Depan
  • Arsip Berita
  • Downloads
  • Feedback
  • Gallery
  • Kirim Berita
  • Kontak
  • Search
  • Topics
  • Web Links

  • Pencarian



    Hit
    Kami sudah menampilkan
    4598742
    halaman sejak Maret 2013

    Peresmian Kantor BKP Palu
    Dikirim oleh budi - pada Selasa, 14 Oktober 2014

    Peresmian Gedung Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu oleh Wakil Menteri Pertanian DR. Rusman Heriawan, dengan didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini serta para undangan Muspida Propinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan wujud dari rasa syukur atas terpenuhinya sarana dan prasarana dalam rangka mewujudkan tekad memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Peran Balai Karantina Pertanian Palu dalam  mengamankan dan menjaga Potensi Ekonomi Agribisnis Sulawesi Tengah sebesar 743 milyar rupiah lebih, dari nilai ekspor komoditas biji kakao, kayu kelapa dan lainnya dan  Domestik pengeluaran ternak.



    Potensi pertanian di Provinsi Sulawesi Tengah berbasis Agrobisnis, yaitu kakao, kelapa, kelapa sawit, cengkeh, jeruk tanaman pangan dan hortikultura. Adapun potensi peternakan berupa sapi potong, kambing dan domba, serta fauna endemik khas Sulawesi satwa Anoa dan burung Maleo.  Potensi ini sebagai modal pembangunan, yang perlu kita jaga kelestariannya, terutama dari ancaman serangan Organisme pengganggu tumbuhan dan Hama penyakit Hewan yang dapat merusak dan merugikan masyarakat petani kita. Oleh sebab itu peran dan fungsi karantina pertanian perlu terus ditingkatkan guna memberi kebermanfaatan dan kontribusi posiitif dalam pembangunan daerah ini.
    BKP Palu mempunyai kegiatan domestik keluar untuk 10 jenis komoditi pertanian dengan volume terbanyak di Sulawesi Tengah, jumlah totalnya sebagai berikut :  Pada tahun 2011 =  59.655 ton, tahun 2012   =  113.166 ton dan tahun 2013 = 134.979 ton. Mengalami peningkatan (rata-rata 150 % per tahun). Kegiatan domestik masuk, a.l. pemasukan bibit kakao :  Pada tahun 2011 sebanyak 9,556.791 batang, tahun 2012 sebanyak 2.031.629 batang dan tahun 2013 : nihil (tidak ada pemasukan bibit kakao), sedangkan Ekspor biji kakao tahun 2011 =  47.747.975 kg (lebih dari 47.747 ton),  tahun 2012 =   36.261.579 kg dan tahun 2013 17.521.344 kg.  Terjadinya penurunan ekspor ini, seiring dengan terjadinya kenaikan domestik keluar Sulawesi Tengah..
    Sementara data operasional karantina hewan pada sistem E-QVet dapat dikemukakan sebagai berikut, kegiatan domestik keluar, a.l  ternak potong (sapi & kambing): Tahun 2012 frekuensi  574 kali dengan  volume 16.669 ekor, dan tahun tahun 2013 frekuensi 750 kali dengan volume 28.496, atau terjadi peningkatan lebih dari 170 % dari tahun sebelumnya.
     Saat ini manajemen sistem dan mekanisme pelayanan di BKP Kelas II Palu telah mendapat pengakuan dari lembaga sertifikasi dalam mengimplentasikan Standar Mutu Manajemen ISO 9001 : 2008. Hal ini dilakukan seiring dengan peningkatan lalulintas produk pertanian tersebut dan tantangan perubahan lingkungan strategis yang semakin cepat, sehingga pelayanan dan pengawasan karantina menuntut manajemen yang lebih cepat dan profesional. Inilah sebagai bagian dari komitmen dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan (masyarakat pengguna jasa karantina) ketika melakukan proses bisnis di karantina pertanian Palu 



    KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013