Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Layanan Pengaduan


Layanan Informasi


Form Pengaduan

Pengaduan


Menu Utama
  • Depan
  • Arsip Berita
  • Downloads
  • Feedback
  • Gallery
  • Kirim Berita
  • Kontak
  • Search
  • Topics
  • Web Links

  • Pencarian



    Hit
    Kami sudah menampilkan
    4603081
    halaman sejak Maret 2013

    KONTRIBUSI BKP KLS II PALU DALAM PENINGKATAN NILAI TUKAR PETANI DI SULTENG
    Dikirim oleh sahidin - pada Jumat, 05 September 2014

      

     

    P

    Alu,-Sampai saat ini kesejahteraan petani di Sulawesi Tengah ini belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini terungkap pada saat rapat koordinasi dalam rangka upaya untuk meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan kesejahteraan Petani yang diselenggarakan pada hari selasa, 03 September 2014, yang dihadiri oleh gubernur, bupati, kepala dinas sesulawesi tengah., bahwa  angka Nilai Tukar Petani (NTP) yang masih di bawah angka 100 persen.

    Walaupun terdapat kenaikan NTP  berdasarkan data yang dirilis BPS, Khususnya di bulan Juni 2014 NTP telah mencapai 103,77 %. Bahkan capaian itu telah menandingi NTP  Nasional.  Akan tetapi kenaikan ini hanya merupakan dampak dari naiknya NTP sub sector perkebunan, perternakan, dan perikanan.  Tetapi pada sub sector tanaman pangan dan hortikultura. Sulteng ternyata mengalami penurunan. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk menstabilkan capaian peningkatan NTP tersebut.

    Kepala BKP Kls II Palu Ir. Junaidi, MM yang sempat hadir memenuhi undangan pada hari itu memberikan tanggapan dan masukan bahwa berdasarkan ceck point yang dilakukannya selama tahun 2014 diperoleh data bahwa khusus di kabupaten buol tepatnya didesa ummu,lilito dan mulangato disana terdapat ± 200 Ha lahan jagung yang dikelolah oleh petani dengan produksi 5 – 10 ton/ha permusim dan jika dirupiahkan 2,5 milyar – 5 Milyar (estimasi Rp. 2500/Kg) tetapi hasil dari komoditi tersebut bukannya disalurkan pada Sulawesi tengah melainkan ke provinsi gorontalo.  Begitu juga  Sulawesi tengah diklaim sebagai daerah swasembada sapi., akan tetapi perlu dilihat kembali apakah sapi tersebut berasal dari Sulawesi tengah atau melainkan dimasukkan dari provinsi gorontalo melalui ceck point molisifat-parigi moutong.,

    Pada kesempatan tersebut dipaparkan juga peran karantina dalam mengamankan produksi pertanian yang ada di Sulawesi tengah.  Beliau mencontohkan bahwa kakao 1000 ton melalui sertifikasi karantina dapat mengamankan infestasi sebesar 33 Milyar (estimasi Rp. 33.000/Kg) dan bagaimana bila data menunjukkan sampai dengan agustus 2014 kakao yang dilalulintaskan mencapai 23.614 ton.  Tetapi perlu dilihat kembali bahwa apakah petani kakao sudah menikmati hasil itu untuk peningkatan kesejahteraannya atau belum.

    Olehnya itu dalam rapat tersebut Pemprov Sulteng melakukan upaya dalam meningkatkan kesejahteraan Petani di Sulteng. “Jangan hanya paparan yang secara meteri saja tetapi terpenting teknis lapanganya ditingkatkan frekuensinya” tutur gubernur Longki djanggola.  Tak hanya habis di rapat saja., Gubernur mengintruksikan agar lebih merambah kelapangan secara teknis.  Dan pada kesempatan itu  Gubernur Sulteng, Bupati Buol (Amiruddin Rauf)  mengapreasisasi peranan karantina yang  berpartisipasi dalam menjaga produksi pertanian sehingga diterima oleh Negara/area tujuan., olehnya itu gubernur dan bupati mengundang Kepala BKP Kls II Palu untuk membahas masalah tersebut secara khusus.

     




    KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013