Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Layanan Pengaduan


Layanan Informasi


Form Pengaduan

Pengaduan


Menu Utama
  • Depan
  • Arsip Berita
  • Downloads
  • Feedback
  • Gallery
  • Kirim Berita
  • Kontak
  • Search
  • Topics
  • Web Links

  • Pencarian



    Hit
    Kami sudah menampilkan
    4557356
    halaman sejak Maret 2013

    Profil
    Profil Balai Karantina Kelas II Palu



    Pada Tahun 1877 sudah dicetuskan peraturan perundang undangan yang berkait dengan karantina (tumbuhan), yakni Ordonansi 19 Desember 1877 (Staatsblad No.262) tentang larangan pemasukan tanaman kopi dan biji kopi dari Srilanka.


    Pada tahun 1914 sebagai tindak lanjut dari Ordonansi 28 Januari 1914 (Staatsblad No.161) penyelenggaraan kegiatan perkarantinaan secara institusional di Indonesia secara nyata baru dimulai oleh sebuah organisasi pemerintah bernama Instituut voor Plantenzekten en Cultures (Balai Penyelidikan Penyakit Tanaman dan Budidaya)


    Pada tahun 1930 pelaksanaan kegiatan operasional karantina di pelabuhan-pelabuhan diawasi secara sentral oleh Direktur Balai Penyelidikan Penyakit Tanaman dan Budidaya, serta ditetapkan seorang pegawai Balai yang kemudian diberi pangkat sebagai Plantenziektenkundigeambtenaar (pegawai ahli penyakit tanaman)


    Pada tahun 1939 Dinas karantina tumbuh-tumbuhan (Planttenquarantine Diest) menjadi salah satu dari 3 seksi dari Balai Penyelidikan Penyakit Tanaman (Instituut voor Plantenziekten). 


    Pada tahun 1957 dengan Keptusan Menteri Pertanian, dinas tersebut ditingkatkan statusnya menjadi Bagian. 


    Pada tahun 1961 BPHT diganti namanya menjadi LPHT (Lembaga Penelitian Hama dan Penyakit Tanaman) yang merupakan salah satu dari 28 lembaga penelitian dibawah Jawatan Penelitian Pertanian. 


     


    Tahun 1966 dalam reorganisasi dinas karantina tumbuhan tidak lagi ditampung dalam organisasi Lembaga Pusat Penelitian Pertanian (LP3) yang merupakan penjelmaan LPHT. Kemudian Karantina menjadi salah satu Bagian di dalam Biro Hubungan Luar Negeri Sekretariat Jenderal Departemen Pertanian.
    Pada tahun 1969, status organisasi karantina tumbuhan diubah kembali dengan ditetapkannya Direktorat Karntina Tumbuh-tumbuhan yang secara operasional berada dibawah Menteri Pertanian dan secara administratif dibawah Sekretariat Jenderal. Dengan status Direktorat tersebut, status organisasi karantina tumbuhan meningkat dari eselon III menjadi eselon II.
    Pada tahun 1974, organisasi karantina diintegrasikan dalam wadah Pusat Karantina Pertanian dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
    Tahun 1980 berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 453 dan No. 861 tahun 1980, organisasi Pusat Karantina Pertanian (yang notabene baru diisi karatina tumbuhan ex Direktorat Karantina Tumbuhan), mempunyai rentang kendali manajemen yang luas. Pusat Karantina Pertanian pada masa itu terdiri dari 5 Balai (eselon III), 14 Stasiun (eselon IV), 38 Pos (eselon V)dan 105 Wilayah Kerja (non structural)yang tersebar diseluruh Indonesia.
    Pada tahun 1983 Pusat Karantina Pertanian dialihkan kembali dari Badan Litbang Pertanian ke Sekretariat Jenderal dengan pembinaan operasional langsung dibawah Menteri Pertanian . Namun kali ini kedua unsur karantina (hewan dan tumbuhan) benar-benar diintegrasikan.
    Pada tahun 1985 Direktorat Jenderal Peternakan menyerahkan pembinaan unit karantina hewan, sedangkan Badan Litbang Pertanian menyerhkan pembinaan unit karantina tumbuhan, masing-masing kepada Sekretariat Jenderal Departemen Pertanian.
    Pada tahun 2001 terbentuklah Badan Karantina Pertanian, Organisasi eselon I di Departemen Pertanian melalui Keppres No. 58 Tahun 2001.


    KILAS BALIK KARANTINA HEWAN PANTOLOAN
    Wilayah Kerja Karantina Hewan Pantoloan SK Mentan No. 800/Kpts/OT-210/12/1994 tanggal 10 Desember 1994 Pos Karantina Hewan Pantoloan SK Mentan No. 501/Kpts/OT.210/8/2002 tanggal 21 Agustus 2002 tentang Organisasi dan Tatakerja Balaidan Stasiun Karantina Hewan.Sesuai  Keputusan Menteri Pertanian nomor: 548/Kpts/OT-140/9/2004 tanggal 22 September 2004  Tentang  Organisasi dan Tata Balai dan Stasiun Karantina Hewan.Sesuai peraturan Menteri Pertanian Nomor : 299/Kpts/OT.140/7/2005 tanggal 11 Juli 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian.
    KILAS BALIK KARANTINA TUMBUHAN PANTOLOAN
    Wilayah Kerja Karantina Tumbuhan Pantoloan SK. Mentan No: 800/Kpts/OT.210 /12/94 tanggal 10 Desember 1994 Pos Karantina Pertanian Palu berubah Menjadi Pos Karantina Tumbuhan Pantoloan Sk. Mentan No: 499/Kpts/OT.210/8/2002 tanggal 21 Agustus  2002 Pos Karantina Tumbuhan Pantoloan berubah nama menjadi Stasiun Karantina Tumbuhan kelas II Pantoloan.Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Pantoloan, sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 547/Ktps/OT.140/9/2004 tanggal 22 September 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai dan Stasiun Karantina Tumbuhan. Wilayah Kerja Tumbuhan Pantoloan 
    UPT Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008
    Tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Karantina Pertanian membawahi wilayah kerja Propinsi Sulawesi Tengah, yang sebelumnya merupakan gabungan dari 2 UPT yaitu :
    UPT Stasiun Karantina Hewan Pantoloan.UPT Stasiun Karantgina Tumbuhan Pantoloan.








    Copyright © oleh Balai Karantina Kelas II | PALU All Right Reserved.

    Tampilkan di: 2009-11-14 (4641 kali dibaca)

    [ Kembali ]
    KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
    Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013