Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Downloads
· Feedback
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Shout_Box
· Topics
· Web Links

Pencarian



Hit
Kami sudah menampilkan
3661436
halaman sejak Maret 2013

 
KARANTINA PERTANIAN DALAM SISTEM PERLINDUNGAN TANAMAN
 
 
Dikirim oleh budi - pada Senin, 03 November 2014
 

 

Peran Karantina Pertanian yang sangat strategis dalam melindungi negeri dari ancaman masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK di era globalisasi ini membutuhkan kerjasama dari semua pihak termasuk dunia usaha dan pihak akademis. Olehnya, pada hari Sabtu tanggal 1 Nopember 2014 Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Palu menghadiri undangan Universitas Tadulako Palu dalam acara Seminar Perlindungan Tanaman dengan tema “Strategi Pengembangan Sistem Perlindungan Tanaman”. Acara seminar ini dihadiri oleh staf BKP Kelas II Palu, serta Dosen dan Mahasiswa dari Jurusan Agroteknologi Program Studi Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Tadulako.
 
 
 

Catatan:

 

 
 
(selengkapnya... | 3095 byte lagi | Nilai: 0)

 
 
 
Dikirim oleh budi - pada Jumat, 31 Oktober 2014
 

Secara normal, musim penghujan biasanya terjadi pada bulan Oktober - Maret dan musim kemarau di bulan April - September. Namun, beberapa tahun belakangan ini pola atau jadwal musim ini berubah menjadi tidak menentu (unpredictable). Seperti halnya Desember 2008 yang seharusnya sudah musim penghujan namun di beberapa daerah masih musim kemarau. Kondisi ini, diprediksikan oleh ahli klimatologi merupakan efek global atau local warming. Peralihan antara musim Inilah yang disebut dengan musim pancaroba. Dalam kurun waktu yang tidak lama lagi kita akan memasuki musim hujan dengan kondisi suhu udara lebih dingin dengan kelembaban yang tinggi. Dengan effect global warming berpengaruh juga terhadap musim kemarau dengan temperatur sangat tinggi, curah hujan tidak menentu, peningkatan ketinggian air laut, serta peningkatan aktivitas gunung berapi.
Perubahan nyata yang terjadi pada musim pancaroba adalah terjadinya perubahan cuaca yang drastis, fluktuasi suhu dan kelembaban yang tajam, serta adanya perbedaan yang mencolok antara siang dan malam dengan perbedaan lebih dari 6°C. Suhu yang cenderung ekstrim antara siang hari kadang mencapai 35°C, sedangkan malam hari sangat rendah. Dalam dunia perunggasan, kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya wet litter serta gas  amonia lebih cepat terbentuk.
Dampak Musim Pancaroba Terhadap Unggas
·         Immunosupresif
Ayam tidak memiliki pengatur suhu (thermoregulator) yang baik, terutama pada ayam muda. Sistem thermoregulator terdiri dari anterior (bagian depan) hipotalamus, bagian preoptik besar (cerebrum), tali saraf otak ke sepuluh (nervus vagus) dan tali-tali saraf tepi yang sensitif terhadap temperatur. Kelemahan tersebut menjadi faktor pemicu bangsa aves termasuk unggas memiliki kepekaan yang tinggi terhadap adanya perubahan suhu. Kepekaan yang tinggi berbuntut negatif yang menyebabkan ayam mudah stres. Stres merupakan kondisi immunosupresant, dimana akan berakibat pada buruknya sistem pertahanan unggas, stres juga berdampak pada rendahnya respon kekebalan terhadap vaksinasi sehingga titer antibodi yang dihasilkan tidak optimal.
Pada DOC, stres akibat pancaroba dampaknya akan terlihat nyata. Pada minggu awal, secara fisiologis terjadi proses penyerapan kuning telur. Kuning telur merupakan sumber makanan bagi DOC serta sumber antibodi maternal (antibodi asal induk). Stres akan berpengaruh terhadap proses penyerapan kuning telur tersebut. Padahal, pada minggu ini diperlukan pertumbuhan organ-organ dalam termasuk organ pencernaan yang pesat.
·         Merebaknya Kasus Penyakit
Biasanya terdapat enam penyakit penting yang sering berjangkit pada musim pancarobayang perlu diwaspadai yaitu CRD, koksidiosis, colibacillosis, ND, IB dan aspergillosis (mikotoksikosis). Namun perlu diwaspadai juga adanya penyakit viral seperti Gumboro, ND maupun AI. Semua penyakit tersebut termasuk Hama Penyakit Hewan Karantina golongan II berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 3238 tahun 2009.
Kondisi ayam yang stres (immunosupresif) menyebabkan bibit penyakit mudah menginfeksi. Disinilah awal mula terjadinya peningkatan jumlah bibit penyakit. Karena mendapatkan hospes yang cocok, maka bibit penyakit mempunyai kesempatan untuk berkembang. Bakteri akan mengalami multiplikasi (memperbanyak diri dengan cara membelah), virus akan mengalami replikasi (memperbanyak diri dengan cara duplikasi), sehingga dalam feses maupun lendir ayam terinfeksi akan mengandung bibit penyakit dalam jumlah yang lebih banyak. Dalam istilah ilmiah terjadi shedding bibit penyakit. Feses dari ayam terinfeksi inilah yang akan menjadi sumber penularan penyakit ke ayam lainnya. Ditambah dengan meningkatnya kecepatan angin sehingga akan mempermudah dalam penyebaran penyakit.
·         Penurunan Kualitas Pakan
Pakan seharusnya di simpan pada suhu 25-28°C dengan kelembaban berkisar 60-70%. Kesalahan yang terkadang dilakukan adalah ketika penympanan pakan, dengan kondisi penyimpanan yang lembab menyebabkan kadar air meningkat, bahan kering, protein yang semula tertera 19 – 21 % dapat dipastikan menurun. Bahkan bukan hanya protein, asam amino maupun vitamin juga mengalami penurunan.
Kondisi ini juga memicu pertumbuhan jamur. Kontaminasi jamur menjadi permasalahan sendiri akibat racun yang dihasilkan (Mikotoksikosis) yang berakibat keracunan. Kasus tersebut cukup banyak di lapangan, meski jarang menimbulkan kematian tapi kejadian ini cukup signifikan dalam menekan performannya.
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE

Patologi anatomi hati (liver) akibat mikotoksikosis

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;}

·         Penurunan Kualitas Air Minum

Permasalahan air pada musim pancaroba adalah tingginya tingkat pencemaran bakteri E. coli sehingga menyebabkan kandungan nitrit dalam air semakin tinggi. Selain nitrit, kandungan nitrat dalam air menjadi lebih tinggi akibat feses yang terbawa hujan sehingga dapat mengakibatkan ayam keracunan.

Sebenarnya air hujan merupakan air yang sangat bersih. Hanya saja saat sampai di lingkungan kandang dan “bersentuhan” dengan udara kandang air hujan ini menjadi terkontaminasi. Hati-hati dengan air hujan yang mengenai feses dan kemudian terserap ke dalam tanah. Feses mempunyai kandungan nitrit maupun nitrat yang cukup tinggi, akibatnya air minum yang kita gunakan bisa memiliki kandungan nitrat dan nitrit yang tinggi. Seperti telah kita ketahui, kadar kedua zat ini dalam air minum hendaknya tidak melebihi 5 ppm untuk nitrat dan kurang dari 0,1 ppm untuk nitrit (Poultry drinking water primer The University of Georgia, 2006). Kadar nitrat dan nitrit yang melebihi kadar tersebut akan mengakibatkan keracunan pada ayam

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;}

Patologi anatomi akibat E. coli

v:* {behavior:url(#default#VML);} o:* {behavior:url(#default#VML);} w:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal 0 false false false false IN X-NONE X-NONE

(selengkapnya... | 12962 byte lagi | Nilai: 0)

 
Peresmian Kantor BKP Palu
 
 
Dikirim oleh budi - pada Selasa, 14 Oktober 2014
 

Peresmian Gedung Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu oleh Wakil Menteri Pertanian DR. Rusman Heriawan, dengan didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini serta para undangan Muspida Propinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan wujud dari rasa syukur atas terpenuhinya sarana dan prasarana dalam rangka mewujudkan tekad memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Peran Balai Karantina Pertanian Palu dalam  mengamankan dan menjaga Potensi Ekonomi Agribisnis Sulawesi Tengah sebesar 743 milyar rupiah lebih, dari nilai ekspor komoditas biji kakao, kayu kelapa dan lainnya dan  Domestik pengeluaran ternak.


(selengkapnya... | 3421 byte lagi | Nilai: 0)

 
BKP Kelas II Palu Melaksanakan Public Hearing Menuju Zona Hijau
 
 
Dikirim oleh arief - pada Rabu, 17 September 2014
 

PALU- Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Palu mengelar Public Hearing Menuju Zona Hijau Standar Pelayanan Public di Aula Kaledo BKP Kelas II Palu, Senin (15/9). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).


(selengkapnya... | 4169 byte lagi | Nilai: 4)

 
EVALUASI HASIL PEMANTAUAN DAERAH SEBAR OPTK OLEH BALAI KARANTINA PERTANIAN PALU
 
 
Dikirim oleh arief - pada Senin, 08 September 2014
 

 

Pada hari Selasa Tanggal 2 September 2014 Balai Karantina Pertanian  (BKP) Kelas II Palu melaksanakan seminar lokal hasil pemantauan daerah sebar OPT/OPTK tahun 2014 dengan tema “Seminar Daerah Hasil Pemantauan dan Evaluasi Daerah Sebar OPTK”.  Kegiatan yang dilaksanakan di aula kaledo kantor BKP Kelas II ini merupakan rangkaian dari kegiatan pemantauan daerah sebar OPTK yang telah dilaksanakan oleh petugas fungsional karantina tumbuhan pada bulan Mei 2014 yang mencakup pada tiga wilayah Kabupaten yakni Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Morowali.


(selengkapnya... | 3479 byte lagi | Nilai: 0)

Artikel Sebelumnya

Jumat, September 05
· KONTRIBUSI BKP KLS II PALU DALAM PENINGKATAN NILAI TUKAR PETANI DI SULTENG
Jumat, Agustus 15
· WORKSHOP PENYUSUNAN STANDAR PELAYANAN PUBLIK (SPP) BALAI KARANTINA PERTANIAN KEL
Rabu, Juli 23
· BALAI KARANTINA PERTANIAN PALU BUKA PUASA BERSAMA
Kamis, Juli 10
· PENUTUPAN BULAN BHAKTI KARANTINA DIRANGKAIKAN DENGAN BUKA PUASA BERSAMA
Jumat, Juni 20
· BKP Palu Peduli Lingkungan
Jumat, Juni 13
· Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Peringati Bulan Bhakti Karantina
Selasa, Juni 10
· PEMUSNAHAN SEBAGAI SALAH SATU TINDAKAN KARANTINA ( SEBUAH KEHARUSAN )
· KARANTINA GARDA DEPAN KELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM
Senin, Juni 09
· Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) Memudahkan Para Pengguna Jasa Karantina Perta
Kamis, Mei 08
· SOSIALISASI PERATURAN MENTERI PERTANIAN Peraturan Mentan No. 45/Permentan/OT.140

Artikel Lama

Bhakti Karantina


ISO 9001:2008


Motto


Webmail
Webmail Login

Instansi Terkait

Kementan

Badan Karantina

E-Plaq System

IPPC Int.

OIE Int.

WTO.


Shout Box

Only registered users can shout. Please login or create an account.

KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 1.952061 Seconds