Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Menu Utama
· Depan
· Arsip Berita
· Downloads
· Feedback
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Shout_Box
· Topics
· Web Links

Pencarian



Hit
Kami sudah menampilkan
3537083
halaman sejak Maret 2013

 
Peresmian Kantor BKP Palu
 
 
Dikirim oleh budi - pada Selasa, 14 Oktober 2014
 

 Peresmian Gedung Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu oleh Wakil Menteri Pertanian DR. Rusman Heriawan, dengan didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini serta para undangan Muspida Propinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan wujud dari rasa syukur atas terpenuhinya sarana dan prasarana dalam rangka mewujudkan tekad memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Peran Balai Karantina Pertanian Palu dalam  mengamankan dan menjaga Potensi Ekonomi Agribisnis Sulawesi Tengah sebesar 743 milyar rupiah lebih, dari nilai ekspor komoditas biji kakao, kayu kelapa dan lainnya dan  Domestik pengeluaran ternak.

Potensi pertanian di Provinsi Sulawesi Tengah berbasis Agrobisnis, yaitu kakao, kelapa, kelapa sawit, cengkeh, jeruk tanaman pangan dan hortikultura. Adapun potensi peternakan berupa sapi potong, kambing dan domba, serta fauna endemik khas Sulawesi satwa Anoa dan burung Maleo.  Potensi ini sebagai modal pembangunan, yang perlu kita jaga kelestariannya, terutama dari ancaman serangan Organisme pengganggu tumbuhan dan Hama penyakit Hewan yang dapat merusak dan merugikan masyarakat petani kita. Oleh sebab itu peran dan fungsi karantina pertanian perlu terus ditingkatkan guna memberi kebermanfaatan dan kontribusi posiitif dalam pembangunan daerah ini.
BKP Palu mempunyai kegiatan domestik keluar untuk 10 jenis komoditi pertanian dengan volume terbanyak di Sulawesi Tengah, jumlah totalnya sebagai berikut :  Pada tahun 2011 =  59.655 ton, tahun 2012   =  113.166 ton dan tahun 2013 = 134.979 ton. Mengalami peningkatan (rata-rata 150 % per tahun). Kegiatan domestik masuk, a.l. pemasukan bibit kakao :  Pada tahun 2011 sebanyak 9,556.791 batang, tahun 2012 sebanyak 2.031.629 batang dan tahun 2013 : nihil (tidak ada pemasukan bibit kakao), sedangkan Ekspor biji kakao tahun 2011 =  47.747.975 kg (lebih dari 47.747 ton),  tahun 2012 =   36.261.579 kg dan tahun 2013 17.521.344 kg.  Terjadinya penurunan ekspor ini, seiring dengan terjadinya kenaikan domestik keluar Sulawesi Tengah..
Sementara data operasional karantina hewan pada sistem E-QVet dapat dikemukakan sebagai berikut, kegiatan domestik keluar, a.l  ternak potong (sapi & kambing): Tahun 2012 frekuensi  574 kali dengan  volume 16.669 ekor, dan tahun tahun 2013 frekuensi 750 kali dengan volume 28.496, atau terjadi peningkatan lebih dari 170 % dari tahun sebelumnya.
 Saat ini manajemen sistem dan mekanisme pelayanan di BKP Kelas II Palu telah mendapat pengakuan dari lembaga sertifikasi dalam mengimplentasikan Standar Mutu Manajemen ISO 9001 : 2008. Hal ini dilakukan seiring dengan peningkatan lalulintas produk pertanian tersebut dan tantangan perubahan lingkungan strategis yang semakin cepat, sehingga pelayanan dan pengawasan karantina menuntut manajemen yang lebih cepat dan profesional. Inilah sebagai bagian dari komitmen dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan (masyarakat pengguna jasa karantina) ketika melakukan proses bisnis di karantina pertanian Palu 

(selengkapnya... | Nilai: 0)

 
BKP Kelas II Palu Melaksanakan Public Hearing Menuju Zona Hijau
 
 
Dikirim oleh arief - pada Rabu, 17 September 2014
 

PALU- Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Palu mengelar Public Hearing Menuju Zona Hijau Standar Pelayanan Public di Aula Kaledo BKP Kelas II Palu, Senin (15/9). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).


(selengkapnya... | 4169 byte lagi | Nilai: 4)

 
EVALUASI HASIL PEMANTAUAN DAERAH SEBAR OPTK OLEH BALAI KARANTINA PERTANIAN PALU
 
 
Dikirim oleh arief - pada Senin, 08 September 2014
 

 

Pada hari Selasa Tanggal 2 September 2014 Balai Karantina Pertanian  (BKP) Kelas II Palu melaksanakan seminar lokal hasil pemantauan daerah sebar OPT/OPTK tahun 2014 dengan tema “Seminar Daerah Hasil Pemantauan dan Evaluasi Daerah Sebar OPTK”.  Kegiatan yang dilaksanakan di aula kaledo kantor BKP Kelas II ini merupakan rangkaian dari kegiatan pemantauan daerah sebar OPTK yang telah dilaksanakan oleh petugas fungsional karantina tumbuhan pada bulan Mei 2014 yang mencakup pada tiga wilayah Kabupaten yakni Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Morowali.


(selengkapnya... | 3479 byte lagi | Nilai: 0)

 
KONTRIBUSI BKP KLS II PALU DALAM PENINGKATAN NILAI TUKAR PETANI DI SULTENG
 
 
Dikirim oleh sahidin - pada Jumat, 05 September 2014
 

  

 

P

Alu,-Sampai saat ini kesejahteraan petani di Sulawesi Tengah ini belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini terungkap pada saat rapat koordinasi dalam rangka upaya untuk meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan kesejahteraan Petani yang diselenggarakan pada hari selasa, 03 September 2014, yang dihadiri oleh gubernur, bupati, kepala dinas sesulawesi tengah., bahwa  angka Nilai Tukar Petani (NTP) yang masih di bawah angka 100 persen.

Walaupun terdapat kenaikan NTP  berdasarkan data yang dirilis BPS, Khususnya di bulan Juni 2014 NTP telah mencapai 103,77 %. Bahkan capaian itu telah menandingi NTP  Nasional.  Akan tetapi kenaikan ini hanya merupakan dampak dari naiknya NTP sub sector perkebunan, perternakan, dan perikanan.  Tetapi pada sub sector tanaman pangan dan hortikultura. Sulteng ternyata mengalami penurunan. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk menstabilkan capaian peningkatan NTP tersebut.

Kepala BKP Kls II Palu Ir. Junaidi, MM yang sempat hadir memenuhi undangan pada hari itu memberikan tanggapan dan masukan bahwa berdasarkan ceck point yang dilakukannya selama tahun 2014 diperoleh data bahwa khusus di kabupaten buol tepatnya didesa ummu,lilito dan mulangato disana terdapat ± 200 Ha lahan jagung yang dikelolah oleh petani dengan produksi 5 – 10 ton/ha permusim dan jika dirupiahkan 2,5 milyar – 5 Milyar (estimasi Rp. 2500/Kg) tetapi hasil dari komoditi tersebut bukannya disalurkan pada Sulawesi tengah melainkan ke provinsi gorontalo.  Begitu juga  Sulawesi tengah diklaim sebagai daerah swasembada sapi., akan tetapi perlu dilihat kembali apakah sapi tersebut berasal dari Sulawesi tengah atau melainkan dimasukkan dari provinsi gorontalo melalui ceck point molisifat-parigi moutong.,

Pada kesempatan tersebut dipaparkan juga peran karantina dalam mengamankan produksi pertanian yang ada di Sulawesi tengah.  Beliau mencontohkan bahwa kakao 1000 ton melalui sertifikasi karantina dapat mengamankan infestasi sebesar 33 Milyar (estimasi Rp. 33.000/Kg) dan bagaimana bila data menunjukkan sampai dengan agustus 2014 kakao yang dilalulintaskan mencapai 23.614 ton.  Tetapi perlu dilihat kembali bahwa apakah petani kakao sudah menikmati hasil itu untuk peningkatan kesejahteraannya atau belum.

Olehnya itu dalam rapat tersebut Pemprov Sulteng melakukan upaya dalam meningkatkan kesejahteraan Petani di Sulteng. “Jangan hanya paparan yang secara meteri saja tetapi terpenting teknis lapanganya ditingkatkan frekuensinya” tutur gubernur Longki djanggola.  Tak hanya habis di rapat saja., Gubernur mengintruksikan agar lebih merambah kelapangan secara teknis.  Dan pada kesempatan itu  Gubernur Sulteng, Bupati Buol (Amiruddin Rauf)  mengapreasisasi peranan karantina yang  berpartisipasi dalam menjaga produksi pertanian sehingga diterima oleh Negara/area tujuan., olehnya itu gubernur dan bupati mengundang Kepala BKP Kls II Palu untuk membahas masalah tersebut secara khusus.

 


(selengkapnya... | Nilai: 0)

 
WORKSHOP PENYUSUNAN STANDAR PELAYANAN PUBLIK (SPP) BALAI KARANTINA PERTANIAN KEL
 
 
Dikirim oleh arief - pada Jumat, 15 Agustus 2014
 

Palu, Rabu 13 Agustus 2014 bertempat di Aula “KALEDO” BKP Kelas II Palu, melaksanakan Workshop Penyusunan Standar Pelayanan Publik untuk BKP Kelas II Palu, kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai BKP Kelas II Palu. Dasar dari penyusunan SPP ini adalah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dengan tujuan agar warga negara/penduduk dapat terpenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam rangka pelayanan publik, terbangun kepercayaan mayarakat atas pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara pelayanan publik, mempertegas hak dan kewajiban setiap warga negara dan terwujudnya tanggung jawab negara dan korporasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik, meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi.

Pelayanan publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Standar pelayanan merupakan tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji Penyelenggara kepada masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan terukur.


(selengkapnya... | 2943 byte lagi | Nilai: 0)

Artikel Sebelumnya

Rabu, Juli 23
· BALAI KARANTINA PERTANIAN PALU BUKA PUASA BERSAMA
Kamis, Juli 10
· PENUTUPAN BULAN BHAKTI KARANTINA DIRANGKAIKAN DENGAN BUKA PUASA BERSAMA
Jumat, Juni 20
· BKP Palu Peduli Lingkungan
Jumat, Juni 13
· Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Peringati Bulan Bhakti Karantina
Selasa, Juni 10
· PEMUSNAHAN SEBAGAI SALAH SATU TINDAKAN KARANTINA ( SEBUAH KEHARUSAN )
· KARANTINA GARDA DEPAN KELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM
Senin, Juni 09
· Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) Memudahkan Para Pengguna Jasa Karantina Perta
Kamis, Mei 08
· SOSIALISASI PERATURAN MENTERI PERTANIAN Peraturan Mentan No. 45/Permentan/OT.140
Rabu, April 23
·
Kamis, April 10
· Penahanan Biit kelapa Sawit

Artikel Lama

Bhakti Karantina


ISO 9001:2008


Motto


Webmail
Webmail Login

Instansi Terkait

Kementan

Badan Karantina

E-Plaq System

IPPC Int.

OIE Int.

WTO.


Shout Box

Only registered users can shout. Please login or create an account.

KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.091897 Seconds