Badan Karantina Pertanian
Profil
· Profil
· Tupoksi
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Feedback
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Shout_Box
· Topics
· Web Links

Pencarian



Hit
Kami sudah menampilkan
61952
halaman sejak Maret 2013

 
Penahanan Biit kelapa Sawit
 
 
Dikirim oleh budi - pada Kamis, 10 April 2014
 

 

Palu, 05 April 2014 dilakukan pemeriksaan terhadap pemasukan benih kelapa sawit dari Sumatera Utara (Medan) milik PT. Perkebunan Nusantara IV yang berjumlah 12 peti bertempat di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu.  Benih tersebut masuk melalui kargo bandara Mutiara Sis Al Jufri.  Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Karantina Tumbuhan yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Palu dan disaksikan oleh pejabat dari Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Tengah terdapat beberapa permasalahan terhadap dokumen administrasi yang menyertai benih kelapa sawit tersebut.

                   Sesuai surat edaran Kepala Pusat Karantina Tumbuhan sebagai bentuk koordinasi dengan Dirjen Perkebunan maka pemeriksaan administrasi dilakukan selain pada dokumen karantina juga dilakukan pemeriksaan pada dokumen lainnya seperti Surat Persetujuan Penyaluran Benih Kelapa Sawit (SP2BKS), Surat Keterangan Pemeriksaan Ulang (SKPU), Sertifikat Benih, Berita Acara Serah Terima Barang (DO), dan lain-lain.  Pada kasus ini benih kelapa sawit yang berasal dari PPKS Medan tersebut disertai dokumen persyaratan namun SP2BKS yang dibawa tidak tepat karena seharusnya diterbitkan oleh Dirjen Perkebunan atau Intansi Perkebunan tempat penanaman (Sulawesi Tengah).  Selain itu jumlah yang tertera pada sertifikat kesehatan tumbuhan antar area dari daerah asal yaitu 60.000 butir, namun pada dokumen lainnya tertera 61.500 butir.  Karena beberapa dokumen persyaratan menjadi tanggung jawab pihak Disbunmaka penyelesaiannya dikoordinasikan dengan pihak Disbun Provinsi Sulawesi Tengah.
                   Setelah proses persyaratan diselesaikan oleh pihak Disbun dengan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait maka benih tersebut diserahkan kembali kepada BKP Palu untuk dilakukan tindakan karantina lebih lanjut.  Terhadap benih tersebut akhirnya dilakukan tindakan pembebasan dengan mengacu surat pernyataan dari pemilik yang telah dikoordinasikan dengan pihak Disbun untuk memperbaiki dokumen tambahan yang kurang tepat untuk bisa melakukan pengiriman benih kelapa sawit kembali.

(selengkapnya... | Nilai: 0)

 
CHECK POINT KABUPATEN PARIGI MOUTONG 2014
 
 
Dikirim oleh budi - pada Rabu, 02 April 2014
 

 

Palu, 24 Maret 2014, team Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu (BKP Palu) melaksanakan kegiatan cek point dikabupaten Parigi Moutong, berbatasan dengan Profinsi Gorontalo bertempat diDesa Molosipat yang berjarak ± 352 KM dari Kota Palu. Kegiatan cek point di molosipat untuk mengetahui lalulintas komoditas pertanian apa saja yang dilalulintaskan diperbatasan wilayah tersebut, baik komoditas pertanian yang masuk maupun yang keluar dari wilayah Sulawesi Tengah. Dalam pemeriksaan diperbatasan Kab. Parigi Moutong dan Gorontalo terdapat pos pelayanan Terpadu yang dijaga oleh petugas yang terdiri dari instansi /Dinas Pendapatan, Dinas pertanian dan Peternakan, Dinas Perhubungan dan Informasi, Dinas Perkebunan dan Kehutanan,  Dinas Perikanan dan Kelautan, dan Kepolisian. Dikabupaten Parigi moutong tidak ada pos cek point yang ada pos pelayanan terpadu yang berfungsi melayani dan membuat surat restribusi pemilik komoditis yang sesuai dengan retribusi sumbangan pihak ketiga sesuai dengan Perda nomor 3 tahun 2005. Dan SK Gubernur No 20/2012 tentang Retribusi jasa Usaha.

Petugas Pos Pelayanan Terpadu idi molosipat mengemukakan bahwa pos pelayanan terpadu molosipat di jaga oleh 7 orang pegawai (PNS dan Kontrak)  yang dibagi menjadi 2 Sip dalam 1 minggu. Untuk menjaga lalulintas komoditas masuk maupun keluar wilayah Sulawesi tengah khususnya Kabupaten Parigi Moutong. Diparigi Motong sendiri terdapat 5 pos pelayanan terpadu yaitu di Desa maleali, Toboli, mensung, Ranang, dan Molosipat.
Menurut Kepala BKP Palu Ir. Junaidi, MM. untuk meningkatkan sinergitas kerja di pos pelayanan terpadu, dibutuhkan kerjasama yang mengacu pada aturan hukum yang berlaku, untuk itu dibutuhkan tim pengendali yang terdiri dari unsur karantina dan instansi terkait atau pihak lain. Misalnya setiap MP yang dilaluntaskan, adanya jaminan atau rekomondasi kesehatan hewan atau tumbuhandari instansi terkait dari daerah asal yang masuk melalui darat, sehingga kita tidak kebobolan dalam hal penyakit hewan maupun tumbuhan. Lanjut ka Balai, meskipun secara hukum tidak ada karantina darat, tapi persoalan resiko masuknya hama penyakit merupakan tanggung jawab dari karantina Pertanian dan merupakan indicator kerja karantina pertanian jika HPHK dan OPTK bertambah atau berkurang. Terhadap dampak yang ditimbulkan oleh HPHK dan OPTK Tersebut.  

(selengkapnya... | Nilai: 0)

 
KARANTINA MENOLAK GOLTIBLOS
 
 
Dikirim oleh wirawan - pada Rabu, 26 Maret 2014
 

Oleh : drh. Suci Rahmawati*

Goltiblos. Tahukah anda apa itu goltiblos? Apakah sejenis HPHK (Hama Penyakit Hewan Karantina)? Ataukah OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina)? Ternyata bukan saudara saudara sekalian. Goltiblos adalah golongan tidak nyoblos, segolongan rakyat Indonesia yang memutuskan untuk tidak memberikan hak pilihnya di Pemilu (Gol A Gong, 2014). Dan ini sama berbahayanya (mungkin jauh lebih berbahaya) daripada  HPHK dan OPTK itu sendiri. Maaf bagi yang terlanjur menduga bahwa goltiblos itu adalah sejenis HPHK/OPTK. Istilah Goltiblos ini lebih populer dengan sebutan Golput/golongan putih. Tetapi secara pribadi penulis tidak setuju, karena putih itu warna yang baik, bersih, sedangkan tidak memberikan hak pilih itu adalah sangat buruk yang pada hakikatnya jahat sekali.


(selengkapnya... | 5907 byte lagi | Nilai: 0)

 
TEAM AQAF PALU
 
 
Dikirim oleh wirawan - pada Senin, 17 Maret 2014
 

TEAM AQAF PALU

(Agriculture Quarantine Adventure Fortune)

Oleh : Junaidi.

 

Perjalan ke Cek point di daerah perbatasan Sulawesi Tengah dengan Gorontalo tepatnya di Desa Umu dirasakan sangat memuaskan, Bagaimana tidak??? Team yang berangkat dikoordinir langsung oleh Kepala BKP Kls II Palu (Ir. Junaidi, MM) yang akhirnya tiba juga di lokasi perbatasan Molangato Desa Umu setelah melalui perjalan jauh, melelahkan dan kondisi jalan dan medan yang berat untuk sampai di daerah perbatasan itu sangat luar biasa.

Perjalanan mualai dari Kota Palu pada hari Selasa, 11 Maret 2014 jam 10.00 Wita melalui Kabupaten Toli-toli dengan waktu tempu lebih dari 10 jam dengan jarak ± 400 km selanjutnya beristirahat dan bermalam di Toli-toli karena kondisi yang melehkan dan juga sudah larut malam.  Team pada awalnya kesulitan mencari penginapan dikarenakan hampir semua penginapan telah di booking., karena bertepatan dengan acara pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang diikuti 13 Kabupaten  dan Kota se Sulawesi Tengah., Alhamdulillah akhirnya setalah ± 2 jam akhirnya menemukan tempat penginapan.


(selengkapnya... | 6671 byte lagi | Nilai: 0)

 
Silaturahim dengan Kapolda Sulteng
 
 
Dikirim oleh sahidin - pada Selasa, 11 Maret 2014
 

PALU, 10 Maret 2014 – Dalam menjalankan Tugas Pokok Fungsinya di Sulawesi Tengah, Balai Karantina Pertanian (BKP) Klas II Palu meningkatkan sinergitas dengan pihak Kepolisian Daerah Sulteng. Hal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi (Audiensi) Kepala BKP Klas II Palu bersama bersama staf ke Mapolda Sulteng. Kepala BKP, Ir Junaidi MM dan jajarannya diterima langsung Kapolda Sulteng Brigjen Pol Drs Aridono Sukmanto, SH diruang kerjanya. Dalam pertemuan silaturahmi itu, Junaidi mengungkapkan, keinginannya agar nota kesepahaman antara Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian dengan Mabes Polri, dapat pula diimplementasikan di Sulawesi Tengah. Tujuannya agar peran karantina dan peran penegak hukum khususnya polisi di daerah ini, sesuai penegakan Undang-Undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina kekayaan alam hayati dan hewani dapat berjalan dengan baik, “Kami sangat ingin meningkatkan sinergitas dan kerjasama serta koordinasi dengan Polda Sulteng, agar mencegah hama penyakit melalui hewan atau tumbuhan masuk ke Sulteng, dan keluar ke daerah lain,” ujar Junaidi


(selengkapnya... | 2779 byte lagi | Nilai: 0)

Artikel Sebelumnya

Jumat, Maret 07
· KEDISIPLINAN ADALAH KUNCI SUKSES KEBERHASILAN
· TINDAKAN KARANTINA TUMBUHAN DAN TANTANGANNYA?
· KARANTINA CEGAH PENYAKIT HEWAN BERBAHAYA MASUK SULAWESI TENGAH
· PERAN BALAI KARANTINA PERTANIAN PALU-SULTENG
· SOSIALISASI SEPUTAR KARANTINA PERTANIAN MELALUI RADAR SULTENG
Kamis, Januari 30
· PERTEMUAN KONSOLIDASI TAHUNAN SEKALIGUS PENANDATANGANAN PAKTA INTEGRITAS PEGAWAI
Senin, Desember 30
· BKP PALU MUSNAHKAN 64 EKOR AYAM BANGKOK ILEGAL DAN JAMUR IMPOR
Jumat, November 22
· BARANTAN TINGKATKAN VALIDITAS DATA DAN SECURITY DATA
Rabu, November 13
· Sosialisasi Undang-Undang Karantina Pertanian
Senin, Oktober 28
· Donor Darah Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Artikel Lama

Logo Badan Karantina


ISO 9001:2008


Motto


Webmail
Webmail Login

Instansi Terkait

Kementan

Badan Karantina

E-Plaq System

IPPC Int.

OIE Int.

WTO.


Shout Box

Only registered users can shout. Please login or create an account.

KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
Copyright © Balai Karantina Kelas II Palu 2013
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.831591 Seconds